Kamis, 05 September 2013

Dimana Berujung

Oleh . Sanx Atoeb Damai

Temaram hati berkilauan, apakah bersauh ?
Lanjut lantang berdiam namun berkarsa tak ubah bak lilin berpelita dalam redup udara
Sepasang mata bertajuk hasrat, mendulang dengan dalam baiduri berpeti
Tak tiba pula jawaban dimana berujung.

Saat hati berontak mencari peri tak kandas mencari jalan
Bingkai mata berbuluh mencari lirik mahkota
Suara Nada melantun damai memekik langit
Melintas bidur bidur penghalang tanya hati berujung.
Coba hinggapi kenapa belum tiba dimana berujung...

Allahu Akbar.

Betapa diri sangatlah bodoh
Mengenal tak mau mengerti
Mendengar tak mau menggali
Melihat tapi kena muslihat
Memahami tapi tak menjalani...
Maafkan aku, maafkanlah Kami..

Kutahu Dimana Berujung, dan Kumau disanapun Berujung
Seperti Dimana aku Datang, karena apa aku datang...

Allahu Akbar...Allohu Yaa.. Allah..

Tidak ada komentar:

Chapter 1: The Hidden Secrets of Trade

I. Introduction In the bustling world of global commerce, where goods and services flow across borders with the speed of light, there exists...